#Sepuisi - Sebuah perpisahan dari jarak dan rindu

Diantara musim yang silih berganti, ada yang perlahan memelukku lebih dalam lagi
Tentang jarak yang semakin menjadi-jadi
Aku ingin menghitung seberapa jauh jarak diantara kita
Rupanya perpisahan denganmu sudah menemukan jalan untuk tak lagi bicara
Dan kini, rindu tak punya alasan lagi untuk bersanding sendu dipelukmu
Ku kira aku bisa berdamai dengan penantian, tapi tak sepeser waktupun bisa ku bayar dengan pengorbanan
Kita berakhir diantara riuh sudut kota yang kau tinggalkan
Diantara luka-luka yang menganga dan prasangka yang kian tak terduga
Kau bersemayam dalam perasaan yang mengharap kabar kepastian
Lalu rindu merunduk tanpa ampun tentang perpisahan
Sedetik kemudian kau masuk pada logikaku
Mengedepankan kata bertulis Jarak dan waktu
Jarak, yang tak akan pernah mampu ku tempuh
Dan waktu –tentang perpisahan kita- yang tak akan pernah mampu ku rengkuh

Padahal, kau tau bahwa perpisahan ada untuk sebuah penantian
Padahal, katamu rindu adalah sebuah perayaan untuk mempersingkat waktu
Padahal, kau membujukku dengan mengatakan bahwa jarak hanyalah masalah kilometer yang bisa kita tuntaskan hanya dengan hitungan rumus.
Tapi, nyatanya; kau dan aku hanya menciptakan sebuah kebisuan tentang banyak pertanyaan yang tak mampu aku pertanyakan dan petanyaan yang tak mampu kau jawab.
Kau membuat jarak semakin jauh
Membuat waktu semakin lama berlalu,
Pada akhirnya pertemuan bukan lagi hal yang kita impi-impikan
Pada akhirnya kau dan aku sama-sama menyerah sebelum waktunya tiba
Karena rindu telah habis dimakan tangis,dan luntur oleh jarak dan waktu
Dan tentang jarak dan rindu yang selalu aku perhitungkan,hanya akan menyisakan banyak sekali pertanyaan tanpa jawaban.

Anisya Cecilya & Riyanti

Untuk #TempatPalingLiardiMukaBumi

Komentar

Postingan Populer