#3
Ragamu, tertawa.
Batinmu, menangis tak
terkira.
Kau, menolak jiwa-jiwa
yang ingin bersemayam memelukmu.
Kau, bersembunyi untuk
berlari membawa separuh rongga sakitmu.
Peluh tak lelah, tak
terbayang jiwaku mencoba merangkak membawamu
Kau naikkan dukamu
hingga tak terjangkau ragaku
Aku tau, hebatnya
usahamu untuk tak bertemu dengan malu
Tapi akui saja, aku takkan
biarkan kau berduka lebih lama dari resahmu.
- Jakarta, 24 Agustus 2016

Komentar
Posting Komentar