#1
Pada matamu, ada pagi yang tak sempat kau tawarkan.
Dan tawamu, Selalu berhasil membuat jantungku kewalahan
Kau tersenyum, dan aku terjatuh pada tatapan
Milikmu.
Kau, Manis. Seperti manisnya rindu yang sempat
menyesakkan.
Waktu itu, ku sebut
Perbincangan kita hanya lah perbincangan dua orang patah hati yang
sedang mencoba menyembuhkan luka masing-masing
Hari ini,
Lukaku sudah sembuh. Apakabar milikmu? Ku sembuhkan
sendiri lukaku dengan sekuat tenaga. Untuk aku, hingga aku bisa bicara
leluasa denganmu
Tanpa ketakutan
Tanpa keterbatasan
Tapi mungkin lukamu masih ada, seperti denting dari
nyanyian. Sisa. Seperti masih ada sisa.
Oh. Tidak, Aku tidak ingin membantumu sembuh. Aku
hanya ingin,
Menunggu.
Hingga luka milikmu mengering, menghilang tanpa bekas
Agar aku tau, saat kau datang
Sepenuhnya untukku
Selamat datang
Jika kau ingin,
Aku menunggu.
Tapi,
Teruskanlah..
Pada sakit yang membuatmu bangkit
Jika kau tak ingin hadir, bicaralah. Aku tidak ingin meminta
lebih..